Thursday, May 8, 2014

Cara Agar Tetap Awet dalam Berumah Tangga

Saat Anda memutuskan untuk menikah, maka Anda harus siap dengan segala konsekuensi yang harus Anda tanggung di kemudian hari. Anda tak bisa begitu saja lari masalah dan langsung memutuskan untuk mengakhiri hubungan saat sudah resmi menikah karena hal tersebut tentunya akan membuat hubungan Anda dan pasangan semakin tidak baik. 


Untuk itu, saat Anda mendapati masalah di kehidupan rumah tangga Anda, maka sebisa mungkin Anda harus bisa menyelesaikannya tanpa mengucapkan kata cerai. Terkadang, mungkin rasa bosan juga akan melanda bahtera rumah tangga Anda, tetapi sebisa mungkin Anda harus menghilangkannya agar pernikahan Anda bisa awet sampai maut memisahkan. Berikut ini cara-cara membuat hubungan Anda dan pasangan bisa awet sampai akhir hayat.

1. Saling Mengerti Satu Sama Lain
Sebuah pasangan yang memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga, maka mereka sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan pasangan. Saat Anda mengetahui kekurangan pasangan, maka tak lantas menggunakan kekurangan itu untuk menjatuhkan pasangan Anda. Justru sebaliknya, Anda harus bisa menutupi kekurangan pasangan Anda dengan kelebihan yang Anda punya. Selain itu, saat suami Anda hanya mampu memberikan sedikit uang buat Anda, maka Anda harus bisa mensyukuri pemberiannya tersebut. Begitupun dengan suami, saat istri tak menyuguhkan makanan yang sesuai dengan seleranya, maka suami harus mencoba memahaminya.

2. Mendedikasikan waktu buat keluarga
Terkadang banyak kasus perceraian yang terjadi hanya gara-gara kurang meluangkan waktu buat keluarganya karena mereka hanya sibuk dengan pekerjaannya di luar. Saat terjadi percekcokan dalam rumah tangganya, maka suami dan istri tersebut akan saling menyalahkan dan tak mau melakukan introspeksi diri. Agar hubungan pernikahanya tetap awet, suami dan istri tetap harus bisa membagi waktunya untuk bekerja dan keluarga. Suami yang wajib memberikan nafkah bagi keluarganya waktunya pastinya lebih banyak di luar rumah. Beda dengan istri, ia boleh bekerja membantu suami, tetapi waktunya harus lebih banyak untuk mengurus anak-anaknya. Namun, keduanya harus seimbang jadi tak akan menimbulkan kecurigaan satu sama lain.

3. Menjalankan Konsep Pernikahan
Sepasang pengantin yang memutuskan menikah, pastilah memiliki mimpi saat mereka menjalani kehidupan rumah tangganya. Makanya, saat mereka benar-benar telah menjalani bahtera rumah tangga, maka mereka harus benar-benar mewujudkan apa yang menjadi mimpi mereka saat sebelum menikah. Mereka tak hanya bisa mengandalkan cinta dan kasih sayang saja, tetapi mereka juga harus bisa mewujudkan apa yang menjadi mimpi mereka saat menjalani biduk rumah tangga. Jika konsep yang dibuat sudah dijalankan dengan baik dengan rasa cinta dan ketulusan hati, maka kehidupan mereka bisa langgeng sampai maut memisahkan.

Sebuah pernikahan tak bisa dikatakan mudah karena banyak gejolak yang akan menghadang saat Anda menjalani kehidupan bersama pasangan Anda. Tentunya, Anda tak bisa dengan mudah mengatakan putus seperti saat pacaran karena pernikahan merupakan janji suci Anda kepada Tuhan, pasangan, dan kedua keluarga. Jadi, Anda harus benar-benar bisa mempertahankan pernikahan Anda sampai ajal menjemput.

No comments:

Post a Comment